Penculikan Kru Kapal WNI di perairan Tambisan Malaysia

Penculikan Kru Kapal WNI di perairan Tambisan Malaysia

BERITA

Penculikan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia di perairan Tambisan, Sabah, Malaysia, ulang terjadi.

Dari delapan kru kapal seluruhnya WNI, lima orang diculik dan tiga lainnya dibebaskan bersama dengan kapalnya.

Informasi yang diperoleh lewat siaran tertulis aparat kepolisian Tambisan, menyebutkan wilayah penculikan tidak jauh dari masalah yang menimpa Muhammad Farhan (27) Cs terhadap 23 September 2019. Prediksi HK

Tahun lalu, perihal berjalan di perairan Tambisan Tungku Lahad Datu.

Kali ini kejadiannya berjalan terhadap Kamis (16/1) pukul 20.00 waktu setempat, waktu kedelapan WNI ini menangkap ikan mengfungsikan kapal kayu bersama dengan izin terdaftar Nomor SSK 00543/F.

Aparat kepolisian maritim Lahad Datu terima laporan penculikan ini terhadap Jumat (17/1) terhadap 13.17 waktu setempat. Setelah beroleh laporan itu, aparat kepolisian Malaysia bergerak jalankan pencarian. Mereka mendapatkan kapal bergerak dari arah Filipina memasuki perairan Malaysia.

Keberadaan kapal yang digunakan WNI berikut terpantau radar Pos ATM Tambisan terhadap Jumat, pukul 21.10 waktu setempat. Aparat kepolisian maritim Lahad Datu menahan kapal berikut sambil jalankan penggeledahan dan ditemukan tiga kru seluruhnya WNI.

Ketiga WNI yang ditemukan bersama dengan kapalnya adalah Abdul Latif (37), Daeng Akbal (20) dan Pian bin Janiru (36). Sedangkan lima rekannya yaitu Arsyad bin Dahlan (42), Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27) dan Edi bin Lawalopo (53) dipastikan disandera.

Dari siaran tertulis aparat kepolisian maritim Lahad Datu itu menyebutkan hasil interogasi terhadap ketiga WNI yang di lepaskan menceritakan bahwa terhadap waktu sedang menangkap ikan didatangi enam orang bertopeng mengfungsikan kapal cepat.

Setelah itu, segera dibawa bersama dengan kapalnya ke wilayah perairan Filipina. Namun cuma lima rekannya yang disandera tetapi tiga orang dibiarkan pulang untuk mempunyai kapalnya ulang ke Tambisan.

Aparat kepolisian Lahad Datu berjanji akan jalankan penyelidikan sesudah terima laporan dari korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *