Kekayaan Para Miliarder Di Amerika Serikat Naik Sepanjang Pandemi, Satu riset memperlihatkan, kekayaan miliarder Amerika naik lebih dari USD 1 triliun semenjak awalnya wabah virus corona. Ini memacu pembicaraan berkaitan pajak yang semakin tinggi pada orang kaya.

Nilai kekayaan kelompok dari 651 miliarder di AS naik dari USD 2,95 triliun pada 18 Maret menjadi USD 4,01 triliun pada hari senin (7/12), kata institut Analisis Peraturan dan Masyarakat Amerika utnuk Keadilan Pajak (ATF).

“Tidak pernah Amerika menyaksikan penumpukan kekayaan semacam itu,” terang Direktur Eksekutif ATF, Frank Clemente. Clemente mengutamakan, keuntungan itu melewati paket kontribusi yang lagi diperhitungkan oleh Konferensi.

“Keuntungan pandemi mereka besar sekali hingga miliarder Amerika bisa mendanai RUU kontribusi Covid-19 dalam skala besar dan tetap tidak kehilangan sepeser juga dari kekayaan mereka saat sebelum virus,” terang nya.

Pada Selasa, Gedung Putih mengeluarkan proposal stimulan sebesar USD 916 miliar selaku kontribusi periode wabah saat sebelum Presiden Donlad Trump usai memegang pada Januari.

Saran baru itu sedikit semakin besar dari yang di sepakati sebesar USD 908 miliar yang diutarakan barisan senator bipartisan minggu kemarin.

Beberapa penulis riset ini menjelaskan, kekayaan miliarder AS sebesar USD 1 triliun dapat bayar check stimulan sebesar USD 3.000 untuk seputar 300 juta masyarakat Amerika.

Hasil riset ini menambahkan pembicaraan seru di AS berkaitan dnegan kenaikan pajak orang kaya untuk mempersempit ketimpangan.

Anggota Konferensi ini, Alexander Ocasio – Cortez menggerakkan pajak yang semakin tinggi di kota New York, sebab banyak negara sisi hadapi kritis budget yang karena pandemi ini.

Satu riset yang telah dikeluarkan UBS Bank dan kantor akuntan PwC pada Oktober mendapati, kekayaan kumulatif miliader dunia ini capai rekor baru USS 10,2 triliun, di atas pucuk awal nya yang terdaftar sebesar USD 8,9 miliar pada tahun 2017.

Pandemi yang memacu jatuh nya pasar saham pada bulan Maret, yang membuat beberapa sebagian orang tersisih dari club miliader tersebut.

AS Gagalkan Tuduhan Pada Menhan Meksiko Berkaitan Kartel Narkoba, Pemerintahan AS akan menggagalkan dakwaannya pada bekas menteri pertahanan Meksiko Jenderal Salvador Cienfuegos Zepeda yang didakwa lakukan perdagangan narkoba dan pencucian uang.

Cienfuegos yang disebut menteri pertahanan Meksiko dari 2012 sampai 2018 diamankan di lapangan terbang Los Angeles bulan kemarin. Beskal penuntut menjelaskan ia mempunyai jalinan dengan kartel narkoba H-2 yang paling kejam. Departemen Kehakiman AS menjelaskan akan usaha untuk menggagalkan tuduhan itu hingga ia bisa diselidik dan kemungkinan dituntut berdasar hukum Meksiko.

Pria berumur 72 tahun itu akui tidak bersalah atas tuduhan bulan kemarin. Ia direncanakan datang di pengadilan federasi AS di New York pada Rabu saat sebelum informasi itu tersebar. Beskal Agung AS William Barr dan Jenderal Fiskalia Meksiko Alejandro Gertz Manero keluarkan pengakuan bersama mengenai Jenderal Cienfuegos di hari Selasa.

Disebutkan jika AS sudah memutuskan untuk ajukan pencabutan tuduhan “selaku pernyataan atas kerja sama penegakan hukum yang kuat di antara Meksiko dan Amerika Serikat, dan untuk kebutuhan memperlihatkan front persatuan kami menantang seluruh wujud kriminalitas”. Beskal penuntut menulis dalam mengajukan pengadilan jika “alasan peraturan luar negeri yang peka dan penting semakin besar dibanding kebutuhan pemerintahan dalam memburu penuntutan tersangka. dan oleh karenanya membutuhkan penangguhan masalah”.

Jenderal Cienfuegos bekerja di bawah bekas Presiden Enrique Pena Nieto. Selaku anggota paling senior angkatan membawa senjata Meksiko, ia mainkan peranan khusus dalam perang negara menantang narkoba, yang sudah mengambil beberapa puluh ribu nyawa. Reporter BBC Meksiko Will Grant menjelaskan ada dakwaan keterkaitan di antara negara sisi dan kartel narkoba yang kuat di negara itu selama saat kepresidenan Mr Pena Nieto.