Perombakan Sungai Watergong Klaten  Sekarang Seperti Sungai Jepang, Umumnya sungai di Indonesia sama dengan kesan-kesan kotor. Airnya kotor kecokelatan, beraroma tidak lezat, serta disanggupi sampah. Jangan bingung jika hewan air yang dapat hidup didalamnya hanya ikan sapu-sapu.

Citra yang juga sama menempel di Sungai Watergong di Klaten, Jawa Tengah. Perombakan Sungai Watergong Tetapi Sungai Watergong yang dahulu penuh sampah sekarang telah bertukar muka. Sungai itu berbeda jernih serta lezat dilihat. Beberapa ribu ikan hidup didalamnya, membuat panorama yang antik seperti sungai di Jepang. Keelokan Sungai Watergong jadi tema hangat di Twitter bulan September kemarin. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan juga turut mengupload keelokan teritori rekreasi Sungai Watergong yang jernih serta disanggupi ikan itu di Twitter di September tempo hari.

Watergong berada di area persawahan Dusun Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, dengan panjang sungai seputar 100 mtr. dengan lebar 5 mtr.. Menurut pengurus Watergong, Bagong Margono, teritori rekreasi sungai itu telah ada semenjak 5 tahun kemarin. Awalannya, sungai itu benar-benar kotor serta penuh sampah. Sebab rasa cinta pada sekitar lingkungan. Bagong bersihkan sungai itu dengan teratur sampai bersih. Pembersihan sungai juga tidak dengan instant, memerlukan waktu sekian tahun untuk menjadi tempat seperti saat ini.

  • Ditabur 1 Ton Bibit Ikan

Sesudah sungai bersih, Bagong mulai menaburkan tiap kolam 1 ton bibit ikan nila semenjak 2 tahun kemarin. Situasi sungai yang bersih sanggup mengundang perhatian beberapa orang. Beberapa orang yang tiba untuk menyaksikan serta mengunggahnya di sosial media hingga pernah trending.

“Sesudah trending, ada yang setengahnya saya kasih bibit ikan koi. Jadi, ikan koi baru ada sesudah trending, maksudnya agar terlihat lebih baik serta pengunjung bertambah suka untuk tiba kembali lagi,” jelas Bagong.  Jumlah ikan koi sekarang ini cuman capai bertambah dari 2 ribu ekor serta banyak yang dipasarkan ke beberapa pengunjung Sungai Watergong. Sesaat untuk ikan nila, ada yang dipasarkan dan untuk dihidangkan di restaurant Watergong.

  • Terus Ramai Pengunjung Walau sedang Wabah

Tidak terhambat sebab wabah, restaurant Watergong terus ramai pengunjung. Sebelumnya wabah, umumnya restaurant mengadakan live music atau organ tunggal, tiap malam. Tetapi sepanjang wabah, semuanya ditiadakan untuk sesaat waktu, walau restaurant terus membuka dengan mengaplikasikan prosedur kesehatan.

Bagong memang mengaplikasikan prosedur kesehatan untuk pengunjung yang tiba “Jadi, di tempat ini ada 20 tempat air untuk bersihkan tangan, kita tidak gunakan hand sanitizer, sesaat untuk masker itu selalu harus digunakan,” sambungnya. Sejak trending, banyak warga di luar Klaten yang ingin tahu dengan Rekreasi Watergong. Menurut Bagong, umumnya mereka tiba waktu akhir minggu serta sebagan besar tiba dari Yogya. Waktu lebaran serta tahun baru, beberapa pengunjung dari Jakarta serta sekelilingnya.

  • Makna di Balik Nama Watergong

Mengenai makna Watergong, Bagong akui di inspirasi dengan nama ‘Lepen Kencono’. Lepen bermakna sungai serta Kencono itu emas, jadi sungai emas. Tetapi sebab beberapa anak kecil waktu sore banyak yang mandi, mereka menyebutkan sungai itu dengan nama Waterboom Kakek Bagong dan dipersingkat jadi Watergong. Menyaksikan ketertarikan masyarakat yang ramai, Watergong pada akhirnya menjadi tempat rekreasi. Waktu Watergong tetap jadi restaurant serta tempat rekreasi air, di situ ada 3 jenis kolam, untuk balita, beberapa anak, serta dewasa. Walau demikian tempat Watergong di rasa kurang luas.

Ini membuat membuat tempat rekreasi baru namanya River Moon Kali Pusur. Pertunjukan rekreasi air di Watergong juga dipindah ke tempat itu. Di River Moon Kali Pusur, dia menjelaskan jika pelancong dapat beraktivitas rafting, outbound, serta kemping.    ,m”Demikian lockdown, tempat rekreasi ini saya tutup dahulu sesaat. Lebih kurang hampir setahun,” sebut Bagong. Dia juga merencanakan untuk menambahkan sarana atau pertunjukan rekreasi lain untuk bertambah memancing ketertarikan pelancong.