Rusia Jadi Tuan Rumah Perbincangan Damai Armenia serta Azerbaijan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjelaskan jika Moskow siap jadi tuan-rumah buat beberapa menteri luar negeri Armenia serta Azerbaijan untuk perbincangan damai.

Ia menjelaskan Rusia tetap akan kerja baik dengan cara berdiri sendiri atau bersama dengan perwakilan barisan Minsk yang lain dari Organisasi untuk Keamanan serta Kerja Sama di Eropa (OSCE) untuk mengatasi perselisihan di antara Azerbaijan serta pasukan etnis Armenia. Demikian pengakuan Kementerian Luar Negeri Rusia. Ke-2 pimpinan negara sama-sama tuding sudah mengawali shooting serta menampik untuk lakukan perbincangan dalam tempo dekat.

Tolak Pertolongan Militer Turki

Disamping itu, di hari ke-4 pertarungan, Azerbaijan serta wilayah kantong etnis Armenia di Nagorno-Karabakh sama-sama mendakwa sama-sama tembak di selama garis contact yang pisahkan mereka di Kaukasus Selatan yang naik-turun. Belasan orang sudah disampaikan meninggal serta beberapa ratus yang lain beberapa luka dalam pertarungan semenjak Minggu yang sudah menebar jauh di luar tepian.

Meletusnya kembali lagi salah satunya tersisa perselisihan masa robohnya Uni Soviet sudah memunculkan kecemasan mengenai kestabilan di Kaukasus Selatan, tempat jalan pipa yang bawa minyak serta gas ke pasar dunia, serta memunculkan ketakutan jika kemampuan regional Rusia serta Turki dapat ditarik masuk.

Mengatakan pengakuan Presiden Tayyip Erdogan, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menjelaskan di hari Rabu jika Turki akan “lakukan apakah yang dibutuhkan” saat diberi pertanyaan apa Ankara akan tawarkan suport militer bila Azerbaijan meminta.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, selanjutnya mengucapkan terima kasih ke Turki atas supportnya tapi menjelaskan negaranya tidak memerlukan pertolongan militer. Pertarungan akan stop bila pasukan Armenia selekasnya “tinggalkan tanah kami,” tuturnya seperti dikutip Reuters.